Senin, 18 Desember 2017

Kantor Bupati Aceh Utara

KANTOR BUPATI ACEH UTARA BARU

    GEDUNG MEWAH Rp 70 miliar

Sejarah Aceh Utara  dipenghujung tahun 2017 semakin nyata, Kantor Baru ini Menjadi Sejarah Baru di tahun 2018 untuk perkembangan kemajuan aceh utara yang terus melangkah menuju pembaharuan perkembangan pembangunan yang yang sangat pesat Menuju Kabupaten Yang mandiri.

Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib, menyebutkan akhir tahun ini akan relokasi dari kantor bupati di Lhokseumae ke kantor baru tersebut.

Insya Allah jika tak ada kendala apa pun tahun ini kita sudah berkantor di sana. Kehadiran kantor di sana, tentu akan ada pertumbuhan perumahan baru dan perekonomian baru masyarakat daerah itu

Dia mengatakan, pembangunan gedung itu dilakukan sejak empat tahun terakhir. Cek Mad berharap tahun ini  2018 mulai bisa ditempati.

Dengan berpindahnya roda pemerintahan ke kota lhoksukon diharapkan  memudahkan pelayanan masyarakat aceh utara dan tentunya perekonomian masyarakat sekitar akan semakin meningkat

Pengharapan masyarakat sangat kuat agar roda pemerintahan di kendalikan didaerah aceh utara sendiri agar kabupaten ini mejadi setara dengan kabupaten lain, mengingat  yang selama ini kita harus ke kota lhokseumawe untuk mengurus segala sesuatu.
Read more

Kamis, 30 November 2017

Sony Alpha a7II Mirrorless

Sony Alpha a7II Mirrorless full-frame, 24.3MP resolution




Sony telah mengambil kamera full-frame mereka ke tingkat berikutnya dengan Alpha a7 II Mirrorless Digital Camera, yang dilengkapi dengan stabilizer gambar empat sisi SteadyShot INSIDE dengan 4,5 stop kompensasi untuk pitch, yaw, pergeseran horizontal, pergeseran vertikal, dan roll. . Pengoperasian seri 24,3 megapiksel telah disederhanakan dengan pegangan yang didesain ulang, tombol pelepas rana, dan kontrol yang dapat disesuaikan. A7 II juga dilengkapi dengan desain tahan air dan tahan debu dengan bodi magnesium alloy dan lensa yang lebih kuat terpasang. Dan, dengan algoritma yang disempurnakan dan pemanfaatan prosesor gambar BIONZ X yang lebih baik, a7 II memiliki sistem Fast Hybrid AF yang disempurnakan yaitu sekitar 30% lebih cepat dari model sebelumnya dan laju ledakan 5 fps dengan autofocus terus menerus dan 40 % waktu mulai lebih cepat


Sensor 24,3 megapiksel memungkinkan gambar beresolusi tinggi dan efektivitas cahaya rendah dengan kisaran sensitivitas ISO standar 100-25600. Prosesor gambar BIONZ X menawarkan kecepatan pemrosesan dan operasi yang cepat dan LSI front-end (integrasi berskala besar) memperbaiki tahap awal pengolahan citra sehingga menghasilkan rincian yang lebih alami dan nada yang lebih kaya. Dan, pengolahan gambar 16 bit dan output RAW 14 bit mempertahankan detail yang diberikan oleh sensor.

Selain stills yang sangat rinci dengan gradasi yang mulus, a7 II sekarang memiliki akses ke format XAVC S dengan bit rate tinggi dengan opsi perekaman 60p, 30p, dan 24p, semuanya berada pada kecepatan 50 Mbps. Tampilan film juga bisa disesuaikan dengan profil gambar, termasuk penambahan setting gamma S-Log2 dengan rentang dinamis sekitar 1.300% dari spektrum sRGB standar. Timecode dan pengaturan bit pengguna tersedia serta output HDMI yang bersih untuk berbagai opsi perekaman.



Sepatu Multi-Interface Sony yang canggih memperluas pilihan kompatibilitas untuk flash, mikrofon, dan aksesori lainnya dan, sebagai kamera full-frame E-mount, a7 II kompatibel dengan semua lensa APS-C E-mount yang sekarang ada di tanaman APS-C. mode serta lensa baru E-mount Zeiss dan lensa Sony G-series. Adaptor mount lensa dengan mount tripod juga tersedia untuk menggunakan lensa A-mount pada kamera E-mount, dan pegangan baterai opsional opsional memungkinkan pemotretan stabil dan stabilitas orientasi yang stabil.




Membulatkan kemampuan pencitraan a7 II, keduanya memiliki monitor LCD "3.022.8k-dot" 3.0 dan 2.30 juta dot komputer OLED. Jendela bidik elektronik OLED tersedia untuk pemantauan dan review gambar. Konektivitas Wi-Fi terintegrasi, dengan dukungan untuk NFC, tersedia. juga untuk berbagicitra instan dari kamera serta kontrol kamera jarak jauh dari perangkat mobile yang terhubung.


Read more

Rabu, 29 November 2017

Samsung Luncurkan Galaxy S9 Awal Tahun 2018

 Samsung Galaxy S9

Samsung Galaxy S9 Terbaru 2018
Sebagai penguasa pasar smartphone Samsung tentunya dituntut lebih dalam berinovasi dalam bidang teknologi untuk smartphone terbarunya telebih untuk smartphone Flagshipnya. Seperti beberapa waktu yang lalu Samsung baru saja merilis smartphone terbarunya yang membawa beragai fitur unggulan dan hardware yang sangat tangguh yaitu Samsung Galaxy Note 8. 
Untuk kali ini Samsung juga sudah menyiapkan amunisi utuk menyabut tahun 2018  Samsung Galaxy S9 l Samsung Galaxy S9 Plus sebagai pemegang bansar pasar dunia samsung akankah memberikan nilai lebi untuk pelanggan setianya.

Untuk Samsung Galaxy S9 hadir dengan mengusung desain yang menarik dan mewah bermaterialkan bodi full metal yang dilapisi kaca. Samsung Galaxy S9 juga membawa konsep yang sama seperti Samsung Note 8 dengan layar infinity display dengan luas layar berukuran 5,2 inchi jenis layar Super AMOLED yang memiliki resolusi 1440 x 2560pixel sehingga membuat tampilan gambar sangat tajam dan pekat. Samsung Galaxy S9 juga membawa seftifikasi IP68 yang memiliki kemampuan tahan terhadap debu dan air



Selain tampil premium, Samsung Samsung Galaxy S9 juga sangat mahir untuk aktivitas fotografi dengan mengandalkan dual kamera utama 16MP, OIS, Dual-LED flash, sementara untuk kamera depan Samsung Galaxy S9 memiliki lensa kamera berukuran 8MP dengan kemampuan dual-video call. Dengan adanya kamera tersebut tentunya mampu memberi sensasi yang sangat luar biasa saat menjalankan aktivitas fotografi. Yang menariknya Samsung Galaxy S9 akan membawa fitur fingerprint optic yang berada dibawah layar sehingga sangat mudah dan lebih responsif saat dioperasikan


Spesifikasi Dan Harga Samsung Galaxy S9


Status Belum Tersedia
Harga 10 Jutaan
SPESIFIKASI SAMSUNG GALAXY S9
JARINGAN & DATA
Jaringan 2G GSM, 3G H+, 4G LTE
SIM Dual-SIM (Nano)
DIMENSI & BODY
Dimensi mm
Bahan All Metal
LAYAR
Ukuran & Jenis 5.2 inchi, Super AMOLED
Resolusi 1440 x 2560 pixel ~ 577 ppi
KAMERA
Kamera Belakang Dual 16 MP + 16 MP, Autofocus, OIS, Dual-LED flash, HDR
Kamera Depan 8 MP. 1440p, dual-video call
PLATFORM
Android OS v8.0 Oreo
Chipset Snapdragon 845 / Exynos 9810
CPU Octa-core
GPU Adreno 540
MEMORY
Internal 64/128 GB
RAM 6 GB
Eksternal MicroSD Upto 256 GB
KONEKTIVITAS
Wi-Fi 802.11 b/g/n, Dual-band, Wi-Fi Direct, Hotspot
Blutooth V4.1, A2DP, LE
MicroUSB V3.0, USB Type-C
SENSOR
Accelerometer Ya
Fingerprint Scaner Ya
Proximity Ya
BATERAI
Type & Jenis Li-Ion 4000 mAh
Fast Charging Ya (Wiless Charging)

Lihat Spesifikasi Selengkapnya Disini …
Read more

Senin, 27 November 2017

SEJARAH KOTA LHOKSEUMAWE

Secara etimologi Lhokseumawe berasal dari kata Lhok dan Seumawe. Dalam Bahasa Aceh, Lhok dapat berarti dalam, teluk, palung laut, dan Seumawe bermaksud air yang berputar-putar atau pusat mata air pada laut sepanjang lepas pantai Banda Sakti dan sekitarnya. Keberadaan kawasan ini tidak lepas dari kemunculan Kerajaan Samudera Pasai sekitar abad ke-13, kemudian kawasan ini menjadi bagian dari kedaulatan Kesultanan Aceh sejak tahun 1524 Zaman Kolonial

Sebelum abad ke-20, negeri ini telah diperintah oleh Uleebalang Kutablang. Tahun 1903 setelah perlawanan pejuang Aceh terhadap penjajah Belanda melemah, Aceh mulai dikuasai.

Lhokseumawe menjadi daerah taklukan dan mulai saat itu status Lhokseumawe menjadi Bestuur Van Lhokseumawe dengan Zelf Bestuurder adalah Teuku Abdul Lhokseumawe tunduk di bawah Aspiran Controeleur dan di Lhokseumawe berkedudukan juga Wedana serta Asisten Residen atau Bupati


Pada dasawarsa kedua abad ke-20 itu, di antara seluruh daratan Aceh, Kota Lhokseumawe sebagai salah satu pulau kecil dengan luas sekitar 11 km² yang dipisahkan dengan Sungai Krueng Cunda diisi bangunan-bangunan Pemerintah Umum, Militer, dan Perhubungan Kereta Api oleh Pemerintah Belanda.

Pulau kecil dengan desa-desa (Gampong) Kampung Keude Aceh, Kampung Jawa, Kampung Kutablang, Kampung Mon Geudong, Kampung Teumpok Teungoh, Kampung Hagu, Kampung Uteuen Bayi, dan Kampung Ujong Blang yang keseluruhannya baru berpenduduk 5.500 jiwa secara jamak di sebut Lhokseumawe.

Bangunan demi bangunan mengisi daratan ini sampai terwujud embrio kota yang memiliki pelabuhan, pasar, stasiun kereta api dan kantor-kantor lembaga pemerintahan.

Masa Kemerdekaan

Sejak Proklamasi Kemerdekaan, Pemerintahan Negara Republik Indonesia belum terbentuk sistemik sampai kecamatan ini. Pada mulanya Lhokseumawe digabung dengan Bestuurder Van Cunda. Penduduk didaratan ini makin ramai berdatangan dari daerah sekitarnya seperti Buloh Blang Ara, Matangkuli, Blang Jruen, Lhoksukon, Nisam, cunda serta Pidie.

Pada tahun 1956 dengan Undang-Undang Darurat Nomor 7 Tahun 1956, terbentuk daerah-daerah otonom kabupaten-kabupaten dalam lingkup daerah Provinsi Sumatera Utara, di mana salah satu kabupaten diantaranya adalah Aceh Utara dengan ibukotanya Lhokseumawe.

Kemudian Pada Tahun 1964 dengan Keputusan Gubernur Daerah Istimewa Aceh Nomor 34/G.A/1964 tanggal 30 November 1964, ditetapkan bahwa kemukiman Banda Sakti dalam Kecamatan Muara Dua, dijadikan Kecamatan tersendiri dengan nama Kecamatan Banda Sakti.

 JEMBATAN KRUENG CUNDA 1952

KANTOR WEDANA BUPATI LHOKSEUMAWE 1952


STASION KERETA API LHOKSEUMAWE 1952

PELABUHAN LHOKSEUMAWE 1955

MOBIL TRANSPORTASI LHOKSEUMAWE 1955

JALAN SUKARAMAI LHOKSEUMAWE 1963

BANK NEGARA INDONESIA LHOKSEUMAWE 1964


BIOSKOP PUSPA TIATER 1963


Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan di Daerah, berpeluang meningkatkan status Lhokseumawe menjadi Kota Administratif, pada tanggal 14 Agustus 1986 dengan Peraturan Daerah Nomor 32 Tahun 1986 Pembentukan Kota Administratif.

Lhokseumawe ditandatangani oleh Presiden Soeharto, yang diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri Soeparjo Roestam pada tanggal 31 Agustus 1987. Dengan adanya hal tersebut maka secara de jure dan de facto Lhokseumawe telah menjadi Kota Administratif dengan luas wilayah 253,87 km² yang meliputi 101 desa dan 6 kelurahan yang tersebar di lima kecamatan yaitu: Kecamatan Banda Sakti, Kecamatan Muara Dua, Kecamatan Dewantara, Kecamatan Muara Batu, dan Kecamatan Blang Mangat.

Sejak Tahun 1988 gagasan peningkatan status Kotif Lhokseumawe menjadi Kotamadya mulai diupayakan sehingga kemudian lahir UU Nomor 2 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kota Lhokseumawe tanggal 21 Juni 2001 yang ditandatangani Presiden RI Abdurrahman Wahid, yang wilayahnya mencakup tiga kecamatan, yaitu: Kecamatan Banda Sakti, Kecamatan Muara Dua, dan Kecamatan Blang Mangat.

Pada tahun 2006 kecamatan Mura Dua mengalami pemekaran menjadi Kecamatan Muara Dua dan Muara Satu sehingga jumlah kecamatan di Kota Lhokseumawe menjadi empat kecamatan.

Penggunaan lahan terbesar di Kota Lhokseumawe adalah untuk permukiman seluas 10 877 ha atau sekitar 60% dari luas yang ada. Kebutuhan lahan yang menonjol adalah untuk usaha kebun campuran 4.590 ha atau sekitar 25,35%, di samping untuk kebutuhan persawahan seluas 3 747 ha atau sekitar 21%. Untuk kebutuhan perkebunan rakyat telah dimanfaatkan seluas 749 ha atau sekitar 4% dan untuk lain–lainnya.
Read more

Minggu, 26 November 2017

Belasan Rumah di Aceh Utara Diterjang Puting Beliung


LHOKSUKON - Belasan rumah di Desa Matang Sijuek Timu, Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara, rusak parah karena diterjang puting beliung, Sabtu (25/11/2017) sekira pukul 14.15 WIB.
Informasi diperoleh Serambinews.com, aparat desa setempat bersama muspika sedang mendata jumlah korban yang rumahnya rusak diterjang puting beliung.

Aparat desa dan muspika juga mendata jumlah jiwa yang tak memiliki tempat tinggal, karena rumah mereka tak bisa ditempati lagi.

"Puting beliung terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan kami, lalu angin puting beliung terlihat berputar-putar di atas rumah dan langsung merusak belasan rumah dalam waktu seketika," kata Keuchik Matang Sijuek Timu, Razali kepada Serambinews.com.

Tenda Darurat tak Bisa Ditempati, 61 Korban Puting Beliung Mengungsi dan Bermalam di Meunasah

LHOKSUKON – Sebanyak 61 jiwa (13 kepala keluarga) korban puting beliung di Desa Matang Sijuek Timu dan Lhok Iboih, Kecamatan Baktiya Barat, Kabupaten Aceh Utara, hingga Minggu  (25-26/11) malam, masih mengungsi di meunasah desa itu.

Pasalnya rumah mereka yang terkena puting selain sudah hancur total dan rusak parah.

Seperti diberitakan sebelummya, sebanyak 13 rumah di Desa Matang Sijuek Timu dan Lhok Iboh, Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara, rusak diterjang puting beliung, Sabtu (25/11/2017) sekitar pukul 14.15 WIB.

Lima diantaranya roboh total. Akibat kejadian itu, tiga warga mengalami luka, yaitu Basyariah (61) dan cucunya, Maya Ariska (11).

Mereka terluka karena terperangkap saat rumah roboh.

Tak hanya itu puluhan pohon tumbang dan satu tiang listrik juga roboh saat itu.

Amatan Serambinews.com, siang tadi Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Anak Aceh Utara mulai membangun tenda darurat di kawasan Dusun Cot Rabo untuk menampung bantuan juga tempat mereka berteduh sekaligus membangun dapur umum untuk korban.

Namun, karena kondisi hujan deras yang masih mengguyur kawasan itu, tenda yang didirikan di jalan itu tak bisa dimanfaatkan untuk warga mengungsi.

“Kemarin tak sempat kita data semua. Jadi tadi malam yang mengungsi 61 jiwa di meunasah,” kata Keuchik Matang Sijuek Timu Razali kepada Serambinews.com.(*)
Read more

Jumat, 03 September 2010

Sabang Island

Kapal Pesiar dengan 300 Turis Singgahi Sabang





SABANG, TRIBUN - Kapal pesiar MV Amadea yang bertolak dari Phuket, Thailand, pukul 09.2
2 WIB Rabu (21/4) kemarin, tiba di Sabang. Kapal yang mengangkut 300 turis mancanegara plus 200 anak buah kapal (ABK) itu merapat di Dermaga Pelabuhan BPKS yang hanya berjarak sekitar 50 meter dari pusat kota Sabang.

Kehadiran kapal berbobot 3.938 death weight ton (dwt) dengan panjang 192,81 meter itu, sudah terpantau dari arah Sabang Fair. Sejumlah warga, termasuk pengemudi becak dan bus yang menanti kedatangan kapal pesiar tersebut, tampak antusias menyambutnya di luar pelabuhan.

Begitu kapal pesiar mewah tersebut sandar di dermaga, pihak perwakilan dari Badan Pengembangan Kawasan Sabang (BPKS) dan Administratur Pelabuhan (Adpel) Sabang, menyematkan kalungan bunga pada Thomas dan Vholin ofisial kapal saat menuruni kapal sebagai ucapan selamat datang.

Kepala Unit Usaha Pelabuhan BPKS, Agussalim MSi, kepada wartawan kemarin menyatakan, pihaknya komit memberikan pelayanan terbaik sebagai pelabuhan bersertifikat International Ship Port Security (ISPS) Code. Pengamanan kapal tersebut digelar secara bersama oleh Komite Keamanan Pelabuhan yang dikoordinir oleh Adpel Sabang.

Seusai proses security clearence dari pihak Adpel, Imigrasi dan karantina kesehatan para turis yang rata-rata sudah berusia lanjut tampak turun ke dermaga. Untuk memudahkan turis, staf Dinas Budpar Sabang dan Sabang Tourism Promotion Board (STPB) membagikan brosur dan peta kepada para turis.

Sementara itu, di dekat tugu depan Kantor Wali Kota juga digelar acara seni yang dihadiri 40-an turis. Sedikitnya ada tiga atraksi kesenian yang disajikan di antaranya, tarian kreasi baru dan seni debus. Para turis tampak terkesima dengan sajian tari-tarian tersebut, meski tidak berlangsung lama.

Selama pagelaran seni berlangsung lalu lintas di Jalan Diponegoro dialihkan ke Jalan Untung Soerapati. Hingga siang kemarin sejumlah turis tampak masih antusias mengunjungi sejumlah obyek wisata seperti kawasan Sumur Tiga dan obyek wisata bersejarah lainnya.

Untuk mencapai obyek wisata itu, pasangan turis memilih naik becak motor dengan tarif antara 5-15 Dolar. Beberapa turis lainnya, tampak asik menyisir jejeran pertokoan di Jalan Perdagangan atau berkeliling Teluk Sabang sambil mengabadikan obyek-obyek yang mereka minati.

MV Amadea merupakan kapal pesiar ketiga yang mengunjungi Sabang sejak 2006 lalu. Sebelumnya, MV Maxim Gorky singgah di Sabang pada 2007, disusul MV Albatross setahun kemudian. Hanya pada 2009, tidak ada kapal pesiar yang singgah di Sabang.

Sumber: Serambinews.com
Read more

Kamis, 22 Juli 2010

photography

Model line history

Model
Announced
Effective pixels
Auto focus
Continuous (JPEG) LCD monitor
EOS D30 Apr 2000 3.1 mp 3 point 3.0 fps, 3 frames 1.8"
EOS D60 Feb 2002 6.3 mp 3 point 3.3 fps, 8 frames 1.8"
EOS 10D Feb 2003 6.3 mp 7 point 3.3 fps, 9 frames 1.8"
EOS 20D Aug 2004 8.2 mp 9 point 5.0 fps, 23 frames 1.8"
EOS 30D Feb 2006 8.2 mp 9 point 5.0 / 3.0 fps, 30 frames 2.5"
EOS 40D Aug 2007 10.1 mp 9 point 6.5 / 3.0 fps, 75 frames 3.0" Live view
EOS 50D Aug 2008 15.1 mp 9 point 6.3 / 3.0 fps, 60/90 frames 3.0" HR Live view

Canon EOS 50D vs. EOS 40D feature and specification differences

Canon EOS 40D
Canon EOS 50D
Canon EOS 40D
Canon EOS 40D
Sensor • 15.0 million effective pixels • 10.1 million effective pixels
Image sizes • 4752 x 3168
• 3456 x 2304
• 2353 x 1568
• 3888 x 2592
• 2816 x 1880
• 1936 x 1288
RAW files • CR2 format, 14-bit
• RAW full resolution
• sRAW1 (7.1 MP)
• sRAW2 (3.8 MP)
• CR2 format, 14-bit
• RAW full resolution
• sRAW (2.5 MP)
Image processor DIGIC 4 DIGIC III
Sensitivity ISO 100 to 3200, extendable to H1 (6400) and H2 (12800). ISO 100 to 1600, extendable to 3200.
Auto ISO ISO 100 to 1600 ISO 100 to 800
Noise reduction Four levels On/Off
Auto lighting optimizer Four levels On/Off
AF adjustment • All lenses or up to 20 individual lenses
• +/- 20 steps
No
Viewfinder info Now includes Auto Lighting Optimizer icon
LCD monitor • 3.0 " TFT LCD
• 920,000 dots
• 3.0 " TFT LCD
• 230,000 dots
Live view AF • Quick mode (Phase detect)
• Live view mode (Contrast detect)

• Face detect (Contrast detect)
Phase detect

Peripheral illumination
correction

• Profiles of 26 lenses includes
• space provided for 14 extra profiles
User modes • Auto
• Creative Auto
• Program AE (P)
• Shutter priority AE (Tv)
• Aperture priority AE (Av)
• Manual (M)
• Auto depth-of-field
• Portrait
• Landscape
• Close-up
• Sports
• Night portrait
• Flash off
• Camera user settings 1
• Camera user settings 2
• Auto
• Program AE (P)
• Shutter priority AE (Tv)
• Aperture priority AE (Av)
• Manual (M)
• Auto depth-of-field
• Portrait
• Landscape
• Close-up
• Sports
• Night portrait
• Flash off
• Camera user settings 1
• Camera user settings 2
• Camera user settings 3
High-speed continuous • 6.3 fps
• Up to 60 JPEG Large/Fine images
• Up to 90 JPEG Large/Fine images (UDMA)
• 6.5 fps
• Up to 75 JPEG Large/Fine images
Menu UI Digic 4 interface Same as EOS-1D series
Connectors • USB 2.0 Hi-Speed
• Video out
• Mini HDMI connector
• N3 type wired remote control
• PC Sync flash terminal
• Communication terminal on base for WFT-E3/E3A
• USB 2.0 Hi-Speed
• Video out
• N3 type wired remote control
• PC Sync flash terminal
• Communication terminal on base for WFT-E3/E3A
Menu languages 25 18
Custom functions 25 24
Weight • No battery: 730 g (1.6 lb)
• With battery: 822 g (1.8 lb) (measured)
• No battery: 740 g (1.6 lb)
• With battery: 836 g (1.8 lb) (measured)
Read more