Rabu, 23 Desember 2009

HARI IBU


Bunda
30 th sudah usia ku banyak pengalaman yang kudapatkan, jauh sudah daku berjalan.

hari itu tgl. 12 januari 1982 aku pergi meninggal kan bunda berangkat bersama paman menuju kota padamulanya aku takmau karena aku sayang ibu ditinggal dikampung.
gak mau bu...
berangkat lah nak...?
nanti kamu bisa sekolah dikota supaya kamu pandai
dan pitar, nah kalou dah pintar dah banyak uang
baru pulang ambil ibu maukan...?
tapi ibu sendirian...
kan ada nenek dan kakek
akhirnya kupergi meninggalkan bunda di kampung seorang diri
paman meraih tangan aku hendak berangkat.
aku berpaling kebelakang...
lalu bunda berkata....
melangkahlah nak jangan melihat kebelakang
nanti kamu kansedih..
lihat lah kedepan jalanmu masih sangat panjang yang belum kapijak, pemandangan didepanmu
sangat luas dan indah yang belum pernah kau lihat..
ilmu disekeliling sangatlah banyak yang belum kamu raih.....
dan ingatlah nak hati bunda kanselalu menyertaimu...
lalu bunda mengakat tangan dan ber do'a....
yang terekam ditelingaku adalah...
Ya Allah selamatkanlah anak ku dunia akhirat.....
karena sudah jauh suara ibu takterdengar lagi....
aku mualihat ibu sekali lagi tapi ibu berpesan jangan lihat kebelakang
air mataku berkaca -kaca menahan sesak nya dada seakan aku mau menjerit keras...

sesampai nya ku detempat paman aku melanjutkan sekolah duduk dibangku kelas stu SD sampai selesai sekolah dasar.
menjang satu mingu saya mengambil ijazah SD, ibu pun berkunjung ketempat paman
dan saya senang selama 5,4 th saya tak jumpa ibu...
tapi apa yang terjadi ketika ku melihat ibu perasaanku lain dan sangat minder aku bersalaman dengan ibu tampa bira lalu keluar dan ibu menatabku senyuman..
jelang satu hari ibu pun balik kampung, dan aneh nya tak adaniat ku tuk ikut bunda kekampung

20 th kemudian.
di suatu pagi seperti biaasa aku jualan sayur dipasar pagi ber sama paman...
hatiku tercabik2 , aku melihat se orang anak laki-laki usia 3 th dengan pakan lesuh menagis dipinggir jalan. aku meng hapirinya lalu bertanya kenapa nangis nak...?
dan aku sangat kaget mendengar jawaban pertama yang muncul dari mulut nya
ibu.......ibu......ibu.......
lasung saja air mata ku bagaikan hujan deras mengalir, kenapa selama ini kumelupakan
ibu apa karena aku dah besar.
sepontan saja aku rengat nasehat ibu dulu waktu berangkat sama paman.
jangan lihat kebelakang nanti kamu sedih.......
masih banyak pemandangan yang belum kau litat......
dan do'a nya, Ya Allah selamatkanlah anak ku dunia akhirat...

BUNDA JASAMU TAK KAN TERBAYAR SAMPAI KAPANPUN
AKU SAYANG BUNDA
BUNDA.... BUNDA... OH..BUNDA

0 komentar:

Poskan Komentar