Jumat, 18 September 2009


LHOKSEUMAWE - Sekitar 300-an mantan kombatan (petempur) Gerakan Aceh Merdeka (GAM), sejak siang hingga sore kemarin ‘menyerbu’ Kantor Walikota Lhokseumawe untuk mempertanyakan keadilan bantuan pemberdayaan ekonomi bagi mereka. Aksi itu dilakukan karena sudah dua kali mendatangi Kantor Badan Kesbangpol dan Linmas, namun mereka belum juga mendapat jawaban dari pemerintah.

Mereka mempertanyakan jumlah bantuan yang tidak sama antara satu dan lainnya. Bahkan, ada juga yang tak menerima sama sekali. Pada Senin (14/9), disepakati masalah tersebut akan dibicarakan dengan Walikota dan Wakil Walikota. Jika sudah ada suatu kesimpulan akan dipanggil perwakilan mantan kombatan. “Tapi setelah kami tunggu beberapa hari tak ada jawaban, makanya kami datang kembali,” ujar perwakilan kombatan, Guree Daud, ditemui Serambi, di Kesbangpol kemarin pagi.

Pantuan Serambi sekitar pukul 08.00 WIB, satu per satu mantan kombatan kembali memadati depan kantor Kesbangpol. Namun hingga pukul 11.00 WIB, tidak ada satu pun penjabat di kantor tersebut yang menemui mereka. Sedangkan pengaman dari kepolisian semakin lama semakin banyak. Sekitar 30 menit kemudian, mantan kombatan ini bergerak ke Kantor Walikota.

Aksi ini berlangsung tertib dan tak mengganggu aktivitas kantor. Mereka naik ke lantai dua dan langsung menyesaki ruang staf ahli. Saat itu para mantan kombatan diterima Plh Sekda Arifin Abdullah, Asisten I Ramli Azis, dan Asisten II Kamaruzzaman. Namun dalam penjelasan ketiga pejabat ini tetap tak ada kesimpulan. Sehingga mereka memutuskan untuk menunggu hadirnya Kepala Badan Kesbangpol dan Linmas Lhokseumawe, Miswar. Berdasarkan informasi dihimpun Serambi, mereka berhasil menemui Miswar yang duduk di salah satu ruang di Kantor Walikota dengan ditemani dua perwira polisi.

Dalam penjelasannya kepada Serambi, Miswar menyebutkan, usai mantan kombatan datang dua hari lalu, ia telah meminta petunjuk Walikota dan Wakil Walikota, tapi tak ada solusi. “Pembahasan APBK-P pun selesai, sehingga tidak mungkin bisa dapatkan dana untuk tahun ini lagi,” ujarnya. Kalau bisa, ia meminta mantan kombatan yang tahun ini sedikit kebagian dana atau yang tak dapat sama sekali agar bersabar dan mendata diri secara jelas serta membuat kelompok usaha. Karena, lanjut Miswar, mereka dipastikan mendapatkan jatah bantuan itu pada tahun 2010.

Sementara Guree Daud yag dihubungi kembali pada pukul 16.00 WIB mengaku sempat membuat petemuan dengan penjabat Pemko lainnya sekitar pukul 15.30 WIB. Tapi yang ditawarkan hanya uang Rp 15 juta. “Mana cukup uang Rp 15 juta bagi kami 300 orang,” ujarnya via telepon. Bila memang tak ada solusi, tambahnya, tak tertutup kemungkinan mantan kombatan ini akan bergerak ke rumah dinas wakil walikota.

0 komentar:

Poskan Komentar