Selasa, 29 September 2009

KABAR GEMBIRA - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) RI, Andi Mattalata, pada 10 September lalu menerbitkan peraturan tentang pemberlakuan visa on arrival (visa kunjungan saat kedatangan/VKSK) bagi warga asing yang masuk melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Blangbintang.

permintaan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, yang disampaikan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan langsung direspons positif oleh Kepala Negara saat peresmian gedung baru Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) pada 6 awal Agustus lalu di Blangbintang, kini telah menjelma menjadi kenyataan.

Bambang ke Jakarta untuk mengurus pemberlakuan VoA di Bandara SIM. VoA adalah fasilitas pelayanan keimigrasian dalam bentuk visa di bandara internasional pada saat warga asing mendarat, tanpa melalui pengurusan via di kantor perwakilan RI di luar negeri, seperti Kedutaan Besar atau Konsulat Jenderal RI di berbagai negara.

ditegaskan bahwa VoA hanya diberikan kepada warga asing yang berkunjung ke Aceh di luar kunjungan untuk bekerja, seperti untuk keperluan wisata (visa turis). “Setelah melalui proses panjang, pada tanggal 10 September 2009 Menkumham RI menetapkan peraturan pemberlakuan VoA di Bandara SIM. Keesokannya, 11 September 2009, peraturan itu diundangkan ke dalam Lembaran Negara. Depkumham RI berkomitmen untuk mendukung pembangunan di Aceh, salah satunya melalui pelayanan VoA ini. Tapi VoA tidak akan dikeluarkan bagi pendatang yang berstatus cekal,” kata Bambang.

untuk mengimplementasikan VoA di Bandara SIM, Kanwil Depkumham Aceh telah mengusulkan penambahan personel dan penyediaan fasilitas instalasi jaringan e-office yang terkoneksi secara nasional. Hal ini seperti berlaku di 20 bandara internasional lainnya di Indonesia yang melayani fasilitas VoA.

Diharapkan kepada pihak terkait, seperti Angkasapura dan Pemerintah Aceh, dapat membantu hal ini. Lebih lanjut, mantan atase Imigrasi pada KBRI Kuala Lumpur, Malaysia, itu mengatakan berdasarkan peraturan Menkumham RI Nomor M 06-IZ.01.10 Tahun 2007 hingga sekarang, 63 negara memperoleh fasilitas VoA di sejumlah bandara internasional di Indonesia. Namun, ia tak sempat merinci ke-63 negara tersebut. Menurut Bambang, sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38 Tahun 2009, VoA atau VKSK berlaku tujuh dan 30 hari.

Biaya
Ditanya soal biaya pengurusan VoA di bandara, menurutnya, 10 USD per orang untuk VoA dengan masa berlaku tujuh hari. Sedangkan VoA dengan masa berlaku sebulan, tarifnya 25 USD per orang, sesuai kurs US Dollar pada saat pengurusan. Pembayarannya dilakukan melalui counter bank yang dipersiapkan di bandara. “Semua biaya pengurusan ini merupakan jenis penerimaan negara bukan pajak (PNBP),” jelas Bambang. Kapan persisnya pelayanan VoA itu bisa diberlakukan di Bandara SIM, menurut Bambang, dalam waktu dekat. Itu pun jika personel tambahan dan fasilitas pelayanan VoA sudah tersedia di Bandara SIM.

Depkumham Aceh beserta pihak terkait dijadwalkan hari ini, Selasa (29/9), menggelar rapat koordinasi di Dishubkomintel Aceh terkait teknis pelayanan VoA di Bandara SIM. Seperti diketahui, Pemerintah Aceh sudah sejak tahun 2007 mengusulkan pelayanan VoA di Bandara SIM. Kemudian, Gubernur Irwandi Yusuf mengajukan lagi permohonan itu secara langsung saat pembukaan PKA V dan Aceh International Expo di Stadion Dimurtala, Banda Aceh, 5 Agustus 2009.

Permintaan itu kembali diulang Gubernur Irwandi keesokannya, (6/8), saat Presiden SBY meresmikan Bandara SIM di Blangbintang. Gedung baru bandara bertaraf internasional itu dibangun Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD/Nias sewaktu lembaga bentukan Presiden RI itu masih berkiprah di Aceh. Pada kesempatan itu Presiden SBY mengatakan, permintaan Gubernur Irwandi Yusuf supaya Bandara SIM diberikan kewenangan untuk menerbitkan visa on arrival seperti layaknya bandara internasional lainnya di Indonesia, pemerintah pusat tidak keberatan.

Untuk itu, Presiden meminta Depkumham segera merealisasikannya, setelah semua fasilitas untuk melaksanakan kegiatan itu di Bandara SIM tersedia dengan baik. “Begitupun, kita perlu lebih hati-hati lagi agar visa on arrival itu tidak menimbulkan masalah lain di masa mendatang,” timpal Presiden SBY.
kabar gembira ini sangat membanggakan kami masyarakat Aceh. Selamat Berlayar ke Negeri kami.

2 komentar:

Ronaldoedi mengatakan...

Gitu Lah Aceh, Mudah2 Aceh Harus Menjadi Aceh Yang Makmur,

Aceh Top News mengatakan...

trim makasih..

Poskan Komentar